Beta Nyaman deng Ale

 Beta Nyaman deng Ale


Ada gelisah yang tak terungkap di balik kata.

Ada resah yang tak mampu terurai oleh senyuman.

Jika bibir tak ingin di ajak bekerja sama melawan seluruh fungsi kerja otak.

Maka menutup mata, pilihan yang tepat untuk berkhayal tentang kita.

Andai rangkaian diksi mampu mengubah makna rasa walau hanya menjadi ilusi optik semata tetapi bolehkan berakhir bahagia?

Ale hadir bukan tanpa sebab.

Ale pung cinta bak fatamorgana.

Bagaimana beta bisa mengeja asmara, jika persoalan membaca rasa saja beta masih tak cukup kuasa.

Intinya beta nyaman deng ale.

Komentar